Menkeu Sri Mulyani: Ancaman Perubahan Iklim ke Negara Miskin Akan Lebih Dahsyat

Kementerian Keuangan menyatakan, pembangunan dunia tidak akan berkelanjutan apabila seluruh negara tidak bersama sama melakukan langkah untuk menangani tantangan perubahan iklim. Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan, saling peduli dan memberikan kontribusi merupakan suatu keharusan dalam menghadapi sebuah tantangan yang sifatnya global. Menurut dia, perubahan iklim mengancam seluruh makhluk hidup dan negara di dunia, sama halnya seperti pandemi Covid 19.

"Sama seperti pandemi Covid 19, negara yang tidak siap dan negara relatif miskin akan mengalami dampak jauh lebih dahsyat," ujarnya dalam webinar "Peluang Penerapan Carbon Pricing di Indonesia dan Tantangan BUMN Kita", Senin (20/9/2021). Sementara dalam pandemi Covid 19, Sri Mulyani menjelaskan, bahwa negara negara yang memiliki akses dan bisa menemukan vaksin memiliki keuntungan untuk bisa meningkatkan ketahanan rakyatnya. "Di dalam perubahan iklim, kita juga harus mampu untuk mempersiapkan diri. Tujuannya agar Indonesia tidak mendapatkan dampak tidak baik atau bahkan bisa menimbulkan malapetaka bagi masyarakat kita," katanya.

Di sisi lain, sinergi global saat ini dinilai menjadi sangat penting, terutama pada saat negara negara di dunia sedang berupaya memulihkan ekonominya dari krisis akibat pandemi Covid 19. "Di dalam pemulihan ekonomi, kita bisa memasukkan desain untuk memulihkan ekonomi secara jauh lebih berkelanjutan dengan jumlah emisi karbon lebih rendah. Kita mengayuh dua pulau terlalui, pandemi Covid 19 dan perubahan iklim bisa ditangani," pungkas Sri Mulyani.

Leave a Reply

Your email address will not be published.