AI Innovation Summit 2021 Jadi Gelaran Artificial Intelligence Terbesar di Indonesia

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melalui Organisasi Riset Pengkajian dan Penerapan Teknologi (OR PPT) bersama Kolaborasi Riset dan Inovasi Nasional (KORIKA) kembali menggelar Artificial Intelligence Innovation Summit (AIIS 2021) 9 13 November 2021. AIIS 2021 diisi dengan berbagai kegiatan seperti konferensi hingga pameran virtual teknologi pemanfaatan artificial intelligence (kecerdasan artifisial KA) dari berbagai stakeholders. Kepala OR PPT BRIN Dadan M Nurjaman mengatakan helatan akbar AIIS 2021 merupakan buah karya ekosistem kecerdasan artifisial yang dibentuk Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) pada dua tahun lalu.

Di 2020, BPPT telah meluncurkan Strategi Nasional Kecerdasan Artifisial yang melahirkan sebuah kolaborasi quad helix yang terdiri atas pemerintah, akademisi, industri, dan komunitas: Kolaborasi Riset dan Inovasi Kecerdasan Artifisial (KORIKA). “Alhamdulillah, AI Innovation Summit dapat dilaksanakan kembali pada tahun ini. AIIS 2021 dapat menjadi tempat pertemuan antara inventor, inovator, dan investor dalam sebuah sesi forum bisnis dengan tujuan memajukan kecerdasan artifisial di Indonesia,” ujarnya. Dadan mengatakan AIIS 2021 bisa menjadi refleksi penerapan teknologi KA yang paling cepat dan siap diterapkan di Indonesia.

Dengan menampilkan line up pembicara dari menteri hingga rockstar atau pakar KA di seluruh dunia. Sehingga AIIS 2021 dapat menjadi wadah yang menjembatani para inovator, akademisi, pegiat KA dengan pelaku bisnis baik di Indonesia maupun internasional. “Dia berharap AIIS 2021 dapat menjadi tempat pertemuan antara inventor, inovator, dan investor dalam sebuah sesi forum bisnis. Di kesempatan yang sama, Kepala BRIN Laksana Tri Handoko mengatakan salah satu bentuk kemajuan teknologi dan topik riset terhangat adalah kecerdasan artifisial.

Sebagai lembaga riset dan inovasi nasional, BRIN mendukung pengembangan kecerdasan artifisial sesuai kerangka strategi nasional. “Saya mengundang segenap stakeholders di Indonesia untuk ikut serta dalam riset dan inovasi artificial intelligence. Tidak hanya melakukan riset, tetapi juga memanfaatkan berbagai infrastruktur yang ada di BRIN. Melalui OR PPT, BRIN siap menjadi mitra industri dan swasta,” ungkapnya. AIIS 2021 turut menghadirkan unsur pemerintah selaku pembuat kebijakan dari ekosistem kecerdasan artifisial. Gelaran ini juga dihadiri Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri BUMN Erick Thohir, hingga Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate sebagai keynote speakers.

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan, kekuatan ekonomi baru di Indonesia didominasi oleh ekonomi digital, seperti kecerdasan artifisial. “Artificial intelligence diibaratkan sebagai emas baru sehingga perlu terus kita gali potensinya. Semoga forum seperti AIIS ini dapat menjadi platform dalam merumuskan solusi dan inovasi untuk industri 4.0 di Indonesia,” ujarnya. Senada dengan Airlangga, Menteri Kominfo Johnny G. Plate menilai, kehadiran kecerdasan artifisial menjadi teknologi disruptif yang meningkatkan produktivitas dalam kegiatan sehari hari. Meski memiliki banyak manfaat, perlu dibangun regulasi kecerdasan artifisial yang aman, trustworthy, dan beretika sesuai dengan Pancasila. AIIS 2021 diharapkan dapat memberikan jawaban dari poin poin ini.

Menteri BUMN Erick Thohir di kesempatan yang sama menyampaikan 3 langkah yang dilakukan BUMN untuk menyiapkan talenta kecerdasan artifisial. Yaitu, menyiapkan setidaknya 10 persen kepemimpinan muda di bidang digital, mendorong program corporate social responsibility (CSR) yang fokus terhadap pendidikan, serta terus melakukan upscaling terhadap tim. AIIS 2021 juga dikemas dalam platform website yang berisi tampilan booth tiga dimensi dan tampilan produk dimana pengunjung dapat mengunjungi booth yang menyerupai pameran konvensional. Peserta AIIS 2021 dan sponsor dapat berinteraksi langsung untuk memberikan informasi serta memperkenalkan produk dan solusi teknologi.

Pameran Virtual AIIS 2021 diikuti 4 Institusi pemerintah, 18 Universitas, 13 Start up, 20 asosiasi dan didukung oleh 16 industri global dan nasional. Hingga pembukaan pameran, telah terdaftar sebanyak 15.103 peserta dan masih akan masih bertambah. Artikel ini merupakan bagian dari KG Media. Ruang aktualisasi diri perempuan untuk mencapai mimpinya.

Leave a Reply

Your email address will not be published.